Business Joomla Themes by Justhost Reviews
  • Nampa bergabung dalam Pameran

Usulan NAMPA Tentang Pedoman TradingTerm Dalam Perpres112/2007

Category: Umum

Dalam Peraturan Presiden no 112 thn 2007 tentang Penataan PasarTradisionnal , Pusat Perbelanjaan dan Toko modern, di Bab III pasal 8 sampai 11, ada yg membutuhkan pedoman pelaksanaan. Nampa berusaha mengajukan usulannya sbb : 

Dari pasal 8.4

Potongan harga regular ( regular discount )

Adalah potongan yang langsung tercantum  dalam faktur., menjadi harga net di faktur sebelum biaya /potongan dari  tradingterm lain. Besaran potongan harga regular tidak boleh lebih besar dari potongan regular untuk grosir untuk mencegah unfair trade (price dumping) sehingga merusak mata rantai perdagangan (menyebabkan kematian grosir- grosir di tradisional market dan memperkuat bargaining power modern market).

 

Potongan harga  tetap ( Fixed rabate)

Potongan ini  termasuk dalam trading term , dimana persentasinya diambil dr  harga sesudah  di potong regular discount. Pemotongan dilakukan secara periodik (3 atau 6 bulan sekali) dengan menerbitkan debet note. Pemotongan ini harus jelas dari faktur penjualan yg mana..

Margin ini sdh harus dianggap sbg keuntungan penjualan yang terbuka  dan bukan pendapatan lain- lain peretail , sehingga harus dipotong pajak.

 

Potongan harga khusus ( Conditional rebate)

Potongan ini  hanya diberikan jika peretail melampaui suatu target penjualan tertentu., dan perhitungannya harus berdasar riil penjualan dan bukan target penjualan. Pemotongan baru bisa dilakukan jika pencapaian adalah lebih besar dr target.

Potongan harga promosi  ( Promotion discount)

Potongan harga ini diberikan bila ada promosi pada tanggal tertentu akan diberi kan potongan harga. Besar nya potongan promosi dan lamanya masa promosi harus jelas dan disetujui bersama.

Potongan harga mulai berlaku paling cepat pada tanggal H-3 , dimana H adalah hari dilakukannya promosi  dgn potongan harga.

Dan produk yg dipotong harga nya harus ada dalam mailer/catalog.

Biaya promosi ( Promotion budget )

Biaya ini adalah untuk semua jenis promosi yg disetujui bersama , dan tidak  ada jenis tradingterm lain .

Perhitungan setiap pemakaian pos ini harus transparan , besaran biaya hrs wajar dan saling menguntungkan, dan pemotongan hanya bisa dilakukan setelah ada pertanggungjawaban pemakaian biaya yg disetujui bersama.

Persentasi promotion budget harus di hitung dr actual sales, bukan target,

Budget ini bias dipakai untuk antara lain, Mailer, neon sign, space rental.., Koran/prind ad,.. in store promo, support promosi pembukaantokobaru  ( balonudara, print ad dll)., promosi produk baru.

Pada dasarnya peritel membebankan biaya ini at real cost dan tidak mengambil  untung dr biaya ini.

Biaya distribusi ( Distribution Cost)

Biaya ini adalah untuk biaya jika pengiriman  ke gerai peretail dilakukan oleh peretail. Besaran biaya ini tidak boleh lebih besar dari pada jika pemasok mengirim sendiri barangnya, , dgn kwalitas penanganan produk yang sama baiknya.

Biaya distribusi ini tidak boleh dipaksakan..

Biaya administrasi barang ( Listing fee)

Listing fee hanya untuk produk baru dan tidak boleh per gerai., dimaksudkan hanya utk biaya memasukkan nama produk ini dalam sistim computer peretail. ( ilustrasi pehitungan terlampir.)

 

Penjelasan  pasal 8.3

 

  • 3. Yang dimaksud tanpa tekanan, adalah selama negosiasi peretail tidak boleh mengancam delisting ataupun pengurangan order karena tidak ditemukan  persetujuan ataupun pengurangan order bila tidak dicapai persetujuan seperti keinganan peritel
  • Biaya yg dimaksud dgn berhubungan langsung tampak dibawah ini  , yaitu yg  berwarna hitam sedang yang merah adalah yang dianggap tidakberhubungan langsung

 

¡  1 A & P Lightbox.Encapped

¡  2 Alfa Aniversarry Sponsorship

¡  3 Anniversary Discount ( Additional Discount )

¡   4 Anniversary Support

¡  5 B2B E-commerce

¡  6 Budget Promotion

¡   7 Carrier Bag Support

¡   8 Common Assortment

¡  9 Conditional Rebate

¡  0 Damage Goods Allow

¡  11 DC Allowance 

¡  12 Distr Fee / Freight cgs

¡  13 Fixed Rebate

¡  14 In Store Marketing

¡  15 Lebaran Discount  ( Additional Discunt - Off Invoice )

¡  16 Listing Fee

¡  17 Mailer 

¡  18 Makro In Store  Promo / Rental

¡  19 New Item Discount

¡  20 Opening Contribution ( New Store Opening Fee )

¡  21 Opening Store Discount

¡  22 Penalty keterlambatan kirim barang ( opening Store / Promotion )

¡   23 Penalty Service Level

¡   24 Promotion Discount

¡  25 Promotion Fund : Mailer & End Gondola/Neon Sign & Special Event

¡   26 Promotion Rebate

¡  27 Reguler Discount

¡   28 Remodelling Store

¡   29 Seasonal Discount

¡  30 Service Level

¡  31 SPG/SPM Replenishment Program

¡  32 Supplier Changing

¡  33 Target Purchase

¡  34 Unconditional Reba1

¡  35 Volume incentive

 

Pengelompokan untuk term yang dapat diterima  sesuai Perpres 112  adalah sbb :

  •  4.a.Potongan harga regular (Regular Discount)    : Regular discount (27)
  • 4.b Potongan harga tetap (Fixed Rebate)  : Fixed rabate (13), Target purchase (33)
  • 4.c Potongan harga khusus ( Conditional rebate) : Conditional Rabate (9),, Volume incentive (35)
  • 4.d Potongan harga promosi (promotion Discount) : Promotion discount   (24)
  • 4.e Biaya promosi (promotion Budget) :  Light box encapped , 1,Budget promotion (6) , Mailer (17), In store promo (18), Promotion fund (25), Promotion rebate (26)
  • 4.f Biaya Distribusi (distribution Cost) : DC allowance  (11), Distribution fee (12)
  • 4.g Biaya administrasi pendaftaran (listing Fee) : Listing fee (16), Supplier changing (32)

 

Penjelasan lanjutan untuk butir 3. :

  • 3b. pengembalian barang dapat dilakukan jika disetujui dalam kontrak, tapi tidak bisa dikembalikan krn alasan   disebabkan overstock, karena dasar pengiriman barang adalah Purchase Order yang dibuat oleh peretail. Jika tidak diinginkan pengembalian, maka  dapat dilakukan pos damaged good allowance , yang besarannya disetujui bersama. Pemotongan tagihan dengan alasan telah terjadi pengembalian hanya bisa dilakukan setelah dilakukan pengecekan bersama ttg jumlah dan harga produk yg dikembalikan dan disetujui oleh kedua belah pihak.
  • 3.c Denda kepada pemasok krn tidak memenuhi jumlah atau waktu terlambat dapat dikenakan bila sebelumnya pemasok tidak menyatakan keberatan pd  PO yg dimaksud. Besaran denda harus jelas yaitu apakah berdasar presentasi barang yg terlambat atau sebuah jumlah ygfix. Keterlambatan bayar peretail harus dihitung dari tanggal barang diterima, bukan tanggal penukaran faktur, dan besaran denda minimal 2 X tingkat bunga yg berlaku.
  • 3d.Pemotongan dgn menjual di bawah harga beli  harus dgn persetujuan di muka untuk barang yg mungkin sudah dekat kadaluarsanya.
  • 3.e biaya promosi dan  biaya administrasi hrs ditetapkan dan digunakan secara transparan berarti pihak peretail harus dpt menjelaskan dgn rinci pemakaian dana tersebut khusus utk memperomosikan produk pemasok , dan pemotongan biayanya hanya setelah disetujui bersama.Juga biaya itu tetap terkait dengan butir 3 lain yaitu wajar dan saling menguntungkan dalam pengertian tidak lebih mahal dari biaya sejenis yangjadialternatip.

 

Penjelasan Pasal 10

  • 10.a mengutamakan barang produksi usaha kecil dan usaha menengah berarti selama masih ada pengusahaha kelas UKM  yang dpat membuat produk itu , maka harus di buat oleh produsen UKM.
  • 10.b Mengutamakan jenis barang yang diproduksi di Indonesia, berarti selama jenis produk itu ada yang bisa membuatnya didalam negeri harus menggunakan prousen dalam negeri.

 

Penjelasan Pasal 11

  • Yang dimaksud Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat  memfasilitasi kepentingan pemasok dan toko modern dalam merundingkan perjanjian kerjasama , adalah sebagai usaha pertama untuk mencari titik temu diluar pengadilan ( out of court settlement). Jika hal ini tidak bisa mendapat  jalan keluar maka untuk mendapat penyelesaian akhir tetap dapat diajukan ke lembaga negara/pemerintah   lain sesuai kewenangannya termasuk kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha

 

Butir trading term lama yang dianggap tidak berhubungan langsung dengan penjualan pemasok sehingga ditolak untuk ada dalam perjanjian tradingterm baru adalah :

¡   Alfa Anniversary Sponsorship

¡   Anniversary Discount ( Additional Discount )

¡    Anniversary Support

¡    Carrier Bag Support

¡    Common Assortment

¡   In Store Marketing

¡   Lebaran Discount  ( Additional Discunt - Off Invoice

¡   New Item Discount

¡   Opening Contribution ( New Store Opening Fee )

¡   Opening Store Discount

¡   Remodelling Store fee

¡    Seasonal Discount

¡   SPG/SPM Replenishment Program

 

Catatan :

 

- Semua pemotongan harga (debet note) harus diberitahukan secara tertulis sebelumnya dan pihak yang akan didebet diberi waktu untuk mengkoreksi apabila ada data yang tidak sesuai.

- Bila belum ada kesepakatan tentang besarnya pemotongan, maka peretail tidak boleh melakukan pemotongan secara sepihak.

- Jangka  waktu penagihan tidak boleh melebihi 3 ( tiga ) bulan dari waktu pelaksanaan  acara itu , agar ke dua belah pihak mudah untuk melakukan pengecekan kevenaran perhitungannya

- Apabila pemasok menanyakan penjelasan tentangjumlahpembayaran diterima yangtidak sesuai tagihan yang dibuat ( reconcile). Maka pihak peretail paling lambat dalam waktu 14 hari sudah memberi jawaban.

- Semua potonganharus dilampirkan Debit Note yang memenuhi kaidah perpajakan  (bukan hanya secari kertas yang tidak bisa diakui secara fiskus sehingga tidak bisa di bukukan sebagai biaya , sehingga pemasok dirugikan,dua kali karena tidak di bayar dan juga tidak bisa masuk biaya)

- Harus ada cut off date  untuk penagihan yang sudah lewat tahun buku.

- Tidak boleh ada keharusan naiknya besaran trading term.

- Kenaikan besaran dalam rupiah  hanya bisa sebagai akibat  naiknya nilai penjualan total baik karena kenaikan volume atau harga.

 

 

Contoh perhitungan bebarapa pos.

A.Perkiraan Standard Cost “Listing Fee” per 1 unit product di peritel modern yang secara Nasional ada 30 gerai ( Misalnya C4 yang secara nasional ada 30 gerai )

I.       Direct Cost

a.      Di Kantor Pusat Peritel Modern

- Formulir isian Produk Baru + tinta                                                           Rp.   150,-

- 1 jam Manhour untuk       

  Input ke komputer             Rp. 901.000,-  (UMR)                          

 

                                                      168 Jam                                             =     Rp. 5.363,-

 

                                                                                         Sub Total                    Rp. 5.513

 

b.      Di Tiap Gerai

 -   1 Jam Manhour untuk cetak kartu dan

    tempel kartu di Rak   Rp. 901.000: 168 =      Rp. 5.363,-

 - 1 Pcs Kartu label harga                        =

   di tempel di Rak                                          Rp.      50,-

 

- Tinta di kartu label harga                               Rp.      10,-

 

                        Total   per 1 gerai                  Rp. 5.423,-    

 

 

 

Peritel ini punya 30 gerai  =  30 x Rp. 5.423,-                                  =     Rp. 162.690,-

Total Direct Cost       Rp. 168.200,-

 

II.     Indirect Cost

Misalnya listrik, overhead lain-lain

Diperkirakan 30 % x Rp. 168.203,-                                                                    Rp. 50.400,-

Standard Cost “Listing Fee” per 1 produk di Peritel Modern yang

Mempunyai 30 gerai secara nasional                                                               Rp. 218.600,-

 

 

 B. Mailer sesuai ongkos  dgn  tarif pencetakan untuk oplag dan ukuran tersebut dan biayapendistribusiannya.pendistribusian. Untuk iklan juga harsu sesuai harga iklan pada surat kabar tersbeut, dimana pihak peritel tidak melakukan penarikankeuntungan.

Untuk sewa tempat seusai dgn harga sewa tempat di gedung itu.